GTIN dan barcode
GTIN adalah nomor identitas barang pada barcode. Di Navv, GTIN dipakai sebagai kunci pencarian paling pasti.
Aturan input
Section titled “Aturan input”| Aturan | Keterangan |
|---|---|
| Panjang | 8, 12, 13, atau 14 digit; hanya angka (spasi dan strip dibuang) |
| Check digit | Digit terakhir harus benar (hitung mod-10). Salah = draft ditolak |
| Disimpan 14 digit | 8991234567891 disimpan sebagai 08991234567891 (ditambah nol di depan) |
| Unik | Satu GTIN hanya boleh dimiliki satu produk katalog. Duplikat ditolak saat Publish |
| Teks, bukan angka | Nol di depan tidak pernah dibuang |
flowchart TD
A["Ada barcode di kemasan?"] -- "tidak" --> E["Kosongkan GTIN"]
A -- "ya" --> B{"Panjang 8, 12, 13, atau 14?"}
B -- "tidak" --> C["Bukan GTIN biasa<br/>(kode internal / timbang): kosongkan"]
B -- "ya" --> D{"Check digit benar?"}
D -- "tidak" --> F["Periksa salah ketik / baca ulang"]
D -- "ya" --> G["Isi GTIN"]
Yang bukan GTIN
Section titled “Yang bukan GTIN”- SKU/kode internal toko (mis.
ABC-01,PLU 123): jangan diisi di GTIN. - Barcode timbangan (label berat/harga dari toko): bukan identitas produk.
- QR code dan kode 2D lain: butuh pemrosesan khusus; jangan disalin sebagai GTIN.
- Nomor BPOM, halal, atau izin edar: bukan GTIN.
Karton dan eceran
Section titled “Karton dan eceran”Karton 12 botol dan botol eceran punya GTIN berbeda walau merek dan rasanya sama. Jangan menyalin GTIN botol ke produk karton atau sebaliknya. Bila hanya punya GTIN botol, buat produk botol saja.
Check digit benar bukan bukti keaslian
Section titled “Check digit benar bukan bukti keaslian”Check digit yang benar hanya membuktikan angkanya terstruktur wajar, bukan bahwa nomor itu resmi milik merek tersebut. Salin dari kemasan fisik atau sumber resmi, jangan mengarang angka agar lolos validasi.
Status identitas
Section titled “Status identitas”| GTIN | identity_status di katalog |
|---|---|
| Diisi dan valid | checksum_valid |
| Kosong | candidate |
gs1_confirmed (terverifikasi resmi ke GS1) belum dipakai oleh sistem ini.